Kisah Caca By Prima Hapsari Published: May 2, 2009
Print Email
Kisah ini diambil dari catatan harian akun FB temenku Prima Hapsari. Read More...
Watashi no Milad By admin Published: March 20, 2009
Print Email
Setiap momen, apalagi itu momen yang berkaitan langsung dengan diri saya, saya selalu menyempatkan diri melakukan kontemplasi. Merenung dan berdialog dengan diri sendiri atau dalam kosa kata lain disebut muhasabah. Bahkan menurut suatu riset psikologi, seorang manusia yang normal dan sehat selalu berdialog dengan diri sendiri minimal 100-an kali dalam satu harinya. Nah sudahkah anda melakukan dialog dengan diri anda sendiri sebagaimana manusia normal? Read More...
MEMBINGKAI SEBUAH GAMBAR TERINDAH UNTUK ADEEZA By admin Published: March 11, 2009
Print Email
Hampir tiap pagi saya selalu menyempatkan diri berjalan-jalan pagi bersama anak saya Adeeza Azrirayhan Shafwan Putra. Sehabis shalat subuh saya menunggu anak saya bangun karena terkadang dia bangun lebih pagi dari saya tapi sering juga terbangun lebih siang daripada ayahnya. Read More...
SYUKUR TERHADAP NIKMAT By admin Published: February 26, 2009
Print Email
Senin siang, kita semua berkumpul di ruang meeting Direksi untuk mendengarkan semacam “kesaksian” pasa peserta ESQ Training 2 hari di Semarang. Kebetulan saya menjadi notulen dalam acara tersebut sehingga bisa membagi cerita kepada teman-teman semua tentang apa yang terjadi pada pertemuan tersebut. Sebetulnya ini pertemuan rutin karena perusahaan sudah mengirimkan kurang lebih 100 orang karyawannya untuk mengikuti ESQ Training ini. Tetapi selalu saja ada kisah yang menurut saya bisa menajdi pembelajaran buat kita semua. Untuk kisah selengkapnya silakan klik disini. Read More...
Bedanya Cowok ma Cewek By admin Published: February 17, 2009
Print Email
Banyak hubungan cowok-cewek yang jadi ruwet karena cowok nggak ngerti kenapa cewek itu jalan pikirannya nggak bisa seperti cowok, dan cewek berharap cowok-cowok itu bisa ngerti jalan pikiran cewek. Nah, berangkat dari ke-frustasi-an hubungan cowok-cewek di jaman modern ini, sepasang suami istri Allan & Barbara Pease mengumpulkan hasil riset dari segala penjuru dunia dan dirangkum dalam buku mereka yang berjudul, "Why Men Don't Listen & Women Can't Read Map". Kalo boleh di reduksi menjadi "Why Men Don't Listen & Women Can't Stop Talking". Read More...
Diskusi ma Sanja By admin Published: February 2, 2009
Print Email
Pagi ini begitu on line di YM saya mencatumkan status yang tidak biasa, Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah" (HR. Bukhari).
Read More...
Renungan Hari Senin By Nuansabiru Published: February 2, 2009
Print Email
Pagi teman-teman…. Semoga meski pagi hari ini hujan dan mendung menggelayut di bumi Batang tidak membuat hati kita juga mendung dan tetap bersemangat Read More...
Puisi Satu By Inunk Published: February 23, 2008
Print Email
Dengan Apa ? Jeda sesaat Berkejaran dengan waktu Ketika menunggu kehadiranmu Ingin kuselipkan satu pesan rahasia Yang menyiratkan Seribu satu makna Yang tak terpecahkan Bahkan oleh sandi manapun Maka ketika waktunya tiba Aku tersenyum Denganmu∙∙∙∙ Tak perlu isyarat apapun Semua begitu mudah ditebak Biarpun dirimu serumit teka teki silang Semudah membuka dan membaca kitab Seribu satu kata yang tertera di sana adalah Bahagia, keindahan, bulan, cahaya, kerinduan, kebanggaan, syukur∙∙∙∙ Begitulah, Dengan apa kutuliskan semua itu, untukmu Selasa, 15 april 2003, jam 16.25 Read More...
Lanjutan...(Kisah Nasrudin 2) By admin Published: February 23, 2008
Print Email
Nah, bisa jadi kasus anda sama dengan Nasrudin ini. Kalau anda masih bingung dengan cerita metafora ini. Saya akan menceritakan sebuah cerita lagi buat anda. Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang diharapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat, terbaiknya pindah ke luar kota. Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dengan senang hati dia berkata, “Tentu saja, I Love your cake.” “Nih, cicipi mentega ini, “ kata ibunya menawarkan. “Yaiks,” ujar anaknya. “Bagaimana dengan telor mentah?” “You’re kidding Me ,Mom.” “Mau coba tepung terigu atau baking Soda?” “Mom, semua itu menjijikkan.” Lalu ibunya menjawab, “Ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu persatu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak. Allah bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya kenapa dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan. Tapi Allah tahu jika dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai rancangan-Nya, sesuai rencana-Nya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya. Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita. Allah teramat sangat mencintai kita. Dia mengirimkan bunga setiap musim semi, sinar matahari setiap pagi, setiap saat kita ingin bicara, Dia akan mendengarkan. Dia ada setiap saat kita membutuhkannya, Dia di setiap tempat, dan Dia memilih untuk berdiam di hati kita.
Kisah Nasrudin By admin Published: February 23, 2008
Print Email
Dalam siaran acara Radio Poka-Poki semalam, salah seorang penelpon curhat seperti ini: ”Mas Ansa kenapa hidup saya itu serba susah, kadang saya bertanya dalam hati dan menyalahkan Allah, apa yang telah saya lakukan sampai saya harus mengalami ini semua?” atau “Kenapa Allah membiarkan ini semua terjadi pada saya?” ”Kenapa saya tidak seperti orang lain yang bisa bahagia dengan pacarnya, nyaman dengan keluarganya, kenapa saya tidak bisa seperti itu, kenapa saya tidak pernah berhasil seperti mereka?” Saya tersenyum, ”Baiklah sebelum saya menjawab curhat anda, bolehkah saya ceritakan sebuah kisah metafora buat anda?” Alkisah Nasrudin pada suatu hari kehilangan sebuah jarum. Dia sibuk mencarinya di teras rumahnya. Sejak pagi-pagi buta dia sudah sibuk ke sana kemari mencari jarumnya yang hilang tersebut. Para tetangganya banyak yang melihatnya, tapi mereka berpikir itu sebuah kehilangan biasa yang tak lama pasti akan ketemu. Tetapi menjelang siang ada satu tetangganya yang sejak pagi memperhatikan kesibukan Nasrudin. Tetangga tersebut merasa kasihan karena menjelang siang, Nasrudin tak juga menemukan apa yang dia cari, karena merasa kasihan disapanyalah Nasrudin, “Hey Nasrudin, apa yang sedang kau lakukan” ”Oh tetanggaku aku kehilangan sebuah jarum dan aku telah mencarinya dari tadi pagi tapi sampai sekarang aku belum juga menemukannya” ”Bolehkah aku membantu mencarikannya?” ”Oh, silakan, terima kasih atas bantuannya tetanggaku” Lalu bersama tetangga tersebut mereka mencari jarum yang hilang tersebut. Tapi menjelang sore jarum tersebut tak juga ditemukan. Karena penasaran bertanyalah tetangga tersebut pada Nasrudin, ”Hey Nasrudin, sudah lama kita mencari jarum ini tapi tidak ketemu juga. Sebenarnya dimana kamu kehilangan jarummu” Nasrudin menjawab dengan tenang,”Aku kehilangan jarum ini di dalam rumahku” ”Di dalam rumahmu, lalu kenapa kamu mencarinya di luar rumahmu?!!?” Nasrudin menjawab dengan lugunya, ”Karena di dalam rumahku gelap sedangkan di luar rumah terang. Lebih mudah bagiku mencari jarum etrsebut di tempat yang terang” Tetangga itu segera meninggalkan Nasrudin yang masih kebingungan mencari jarumnya yang hilang. Kita sering khilaf dengan berusaha keras mencari sumber kebahagiaan itu dari luar atau bahkan kita terjerumus untuk mempercayai bahwa kebahagiaan itu diukur dari sebanyak apa uang yang kita miliki, sebagus apa mobil yang kita punya, semewah apa rumah yang kita tinggali, dan lain sebagainya. Karena mendasarkan diri pada parameter berupa materi dan sesuatu yang sifatnya external akan menyebabkan energi kita habis untuk memuaskan sesuatu yang siatnya semu. Kita bisa menjadi Nasrudin yang sibuk mencari jarum kebahagiaan di luar walau sesungguhnya kebahagiaan itu ada di dalam diri kita sendiri.
|