Puisi Satu By Inunk Published: February 23, 2008
Print Email
Dengan Apa Jeda sesaat Berkejaran dengan waktu Ketika menunggu kehadiranmu Ingin kuselipkan satu pesan rahasia Yang menyiratkan Seribu satu makna Yang tak terpecahkan Bahkan oleh sandi manapun Maka ketika waktunya tiba Aku tersenyum Denganmu∙∙∙∙ Tak perlu isyarat apapun Semua begitu mudah ditebak Biarpun dirimu serumit teka teki silang Semudah membuka dan membaca kitab Seribu satu kata yang tertera di sana adalah Bahagia, keindahan, bulan, cahaya, kerinduan, kebanggaan, syukur∙∙∙∙ Begitulah, Dengan apa kutuliskan semua itu, untukmu Selasa, 15 april 2003, jam 16.25 Read More...
Lanjutan...(Kisah Nasrudin 2) By admin Published: February 23, 2008
Print Email
Nah, bisa jadi kasus anda sama dengan Nasrudin ini. Kalau anda masih bingung dengan cerita metafora ini. Saya akan menceritakan sebuah cerita lagi buat anda. Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang diharapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat, terbaiknya pindah ke luar kota. Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dengan senang hati dia berkata, “Tentu saja, I Love your cake.” “Nih, cicipi mentega ini, “ kata ibunya menawarkan. “Yaiks,” ujar anaknya. “Bagaimana dengan telor mentah?” “You’re kidding Me ,Mom.” “Mau coba tepung terigu atau baking Soda?” “Mom, semua itu menjijikkan.” Lalu ibunya menjawab, “Ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu persatu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak. Allah bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya kenapa dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan. Tapi Allah tahu jika dia membiarkan semuanya terjadi satu per satu sesuai rancangan-Nya, sesuai rencana-Nya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya. Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita. Allah teramat sangat mencintai kita. Dia mengirimkan bunga setiap musim semi, sinar matahari setiap pagi, setiap saat kita ingin bicara, Dia akan mendengarkan. Dia ada setiap saat kita membutuhkannya, Dia di setiap tempat, dan Dia memilih untuk berdiam di hati kita.
Kisah Nasrudin By admin Published: February 23, 2008
Print Email
Dalam siaran acara Radio Poka-Poki semalam, salah seorang penelpon curhat seperti ini: ”Mas Ansa kenapa hidup saya itu serba susah, kadang saya bertanya dalam hati dan menyalahkan Allah, apa yang telah saya lakukan sampai saya harus mengalami ini semua?” atau “Kenapa Allah membiarkan ini semua terjadi pada saya?” ”Kenapa saya tidak seperti orang lain yang bisa bahagia dengan pacarnya, nyaman dengan keluarganya, kenapa saya tidak bisa seperti itu, kenapa saya tidak pernah berhasil seperti mereka?” Saya tersenyum, ”Baiklah sebelum saya menjawab curhat anda, bolehkah saya ceritakan sebuah kisah metafora buat anda?” Alkisah Nasrudin pada suatu hari kehilangan sebuah jarum. Dia sibuk mencarinya di teras rumahnya. Sejak pagi-pagi buta dia sudah sibuk ke sana kemari mencari jarumnya yang hilang tersebut. Para tetangganya banyak yang melihatnya, tapi mereka berpikir itu sebuah kehilangan biasa yang tak lama pasti akan ketemu. Tetapi menjelang siang ada satu tetangganya yang sejak pagi memperhatikan kesibukan Nasrudin. Tetangga tersebut merasa kasihan karena menjelang siang, Nasrudin tak juga menemukan apa yang dia cari, karena merasa kasihan disapanyalah Nasrudin, “Hey Nasrudin, apa yang sedang kau lakukan” ”Oh tetanggaku aku kehilangan sebuah jarum dan aku telah mencarinya dari tadi pagi tapi sampai sekarang aku belum juga menemukannya” ”Bolehkah aku membantu mencarikannya?” ”Oh, silakan, terima kasih atas bantuannya tetanggaku” Lalu bersama tetangga tersebut mereka mencari jarum yang hilang tersebut. Tapi menjelang sore jarum tersebut tak juga ditemukan. Karena penasaran bertanyalah tetangga tersebut pada Nasrudin, ”Hey Nasrudin, sudah lama kita mencari jarum ini tapi tidak ketemu juga. Sebenarnya dimana kamu kehilangan jarummu” Nasrudin menjawab dengan tenang,”Aku kehilangan jarum ini di dalam rumahku” ”Di dalam rumahmu, lalu kenapa kamu mencarinya di luar rumahmu?!!?” Nasrudin menjawab dengan lugunya, ”Karena di dalam rumahku gelap sedangkan di luar rumah terang. Lebih mudah bagiku mencari jarum etrsebut di tempat yang terang” Tetangga itu segera meninggalkan Nasrudin yang masih kebingungan mencari jarumnya yang hilang. Kita sering khilaf dengan berusaha keras mencari sumber kebahagiaan itu dari luar atau bahkan kita terjerumus untuk mempercayai bahwa kebahagiaan itu diukur dari sebanyak apa uang yang kita miliki, sebagus apa mobil yang kita punya, semewah apa rumah yang kita tinggali, dan lain sebagainya. Karena mendasarkan diri pada parameter berupa materi dan sesuatu yang sifatnya external akan menyebabkan energi kita habis untuk memuaskan sesuatu yang siatnya semu. Kita bisa menjadi Nasrudin yang sibuk mencari jarum kebahagiaan di luar walau sesungguhnya kebahagiaan itu ada di dalam diri kita sendiri.
Kepingan Puzzle By admin Published: March 27, 2007
Print Email
“Kan baru 3 hari mas….!”, tanyamu manja. “Ada apa dengan 3 hari…?”, jawabku bertanya balik. “Tiga hari saja kita tidak penuh. Kita bertemu Jumat sore, sabtu, dan sekarang hari minggu” “Ada yang salah dengan itu kah?”, tanyaku memancing. Dia kebingungan….dan aku suka sekali melihatnya kebingungan. “Tapi kan….baru 3 hari mas….???!!!!????” Aku menghela nafas. Read More...
Counseling Letter By admin Published: March 27, 2007
Print Email
Assalamu;’alaikum Wr. Wb. Wah, panjang dan cukup lama juga saya harus membaca diary dari mbak Anik. Tapi setidaknya setelah saya membaca diary ini ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepada mbak Anik. Read More...
Kado Ultahku By Dila Published: March 27, 2007
Print Email
Ini sebenernya judul puisi yang saya buat untuk seorang teman. yang isinya tentang persahabatn kita selama ini. bak sebuah kado. sebuah kado yang belum pernah dibuka. awalnya ngga pernah terlintas untuk membuat puisi ini. well, berhubung hari ini adalah hari ulang tahunnya. Selamat ulang taun mas, semoga suka dengan kadoku. dan kemarin dari awal yang iseng: saya: mau kado apa mas? temen: bener mau kasih kado? saya: iya.. sok mau apa, nanti aku kirim deh dari bandung.. temen: wah tar klo aku minta kamu keblinger loh? saya: loh apa emangnya? temen: buatin aku puisi yach.. saya: walah aku nyerah deh.. temen: ngga pasti bisa kok.. saya: ok deh aku coba ya.. temen: ok, aku tunggu besok ya kadonya.. yup semuanya berawal dari situ. hihihi. lucu juga sih buat saya yang emang buta banget tentang puisi. banget. banget deh. akhirnya harus membuat puisi. tapi karena ini kado buat seorang teman so HARUS BERJUANG.. ini sebenernya puisi dadakan pagi hari, karna kemaren sampe malem dan ketemu pagi lagi baru nongol deh idenya. tau ngga kenapa munculnya.saya pernah denger ada orang yg ngomong kalau bikin puisi itu dari hati. jadi saya coba bikin sesuatu dari hati. heuheuheu. so dimaklumilah saya yang amatir ini jika salah dalam penulisan dan tatacara membuat puisi. mmhhh.. ini nih puisinya.. Sebuah Kado seseorang pernah mengatakan, teman adalah hadiah yg kita berikan untuk diri sendiri tapi menurutku, teman adalah hadiah terindah yang tuhan berikan untuk kita suatu hari, aku mendapatkan hadiah itu.. terbungkus dalam sebuah kado.. rapih sekali.. sebuah hadiah yang sampai sekarang belum pernah aku buka belum pernah aku liat.. wujudnya, rupanya, bentuknya.. walau begitu.. aku senang sekali mendapatkan hadiah itu.. hadiah yang selalu menemani aku, selalu ada bersamaku, disaat senang.. disaat sedih.. disaat marah.. disaat kecewa.. seiring dengan berjalannya waktu, hadiahku bertambah dalam kado yang sama hadiah yang kudapatkan itu bukan saja seorang teman, tapi sahabat, kakak, bahkan, guru buatku.. terima kasih tuhan telah memberiku sebuah kado, sebuah hadiah terindah dalam hidupku sekarang, aku hanya berharap.. aku dapat memberikan sebuah kado terindah untuk temanku sahabatku, kakakku, dan guruku.. sebuah kado yang tak terlupakan.. Happy birthday.. semoga kita selalu menjadi hadiah terindah walau tetap terbungkus dalam sebuah kado .. Read More...
Ibuku, Kartiniku sesungguhnya By admin Published: February 23, 2007
Print Email
Ibuku, Aku bangga dengan ibuku. Selain sebagai guru di sebuah sekolah dasar, ibuku adalah ibu rumah tangga, dua profesi yang sangat mulia menurutku. Ibu menyirami kami putra-putrinya tiap hari dengan kasih sayang dan pupuk yang diberikan oleh ayahku. Read More...
Email dari Sahabat By Ema Published: February 23, 2007
Print Email
Terima Kasih banyak Ki, kamu mengingatkan aku akan banyak hal.
I's so difficult for me Ki.... sangat sulit, biasanya kalo saat - saat seperti ini aku banyak sharing dengan mama, bahkan sejak aku menikah dan punya anak, mama yang mengajarkan aku tentang kehidupan, tentang kehidupan nyata, orang tidak selamanya senang dan bahagia, mengajarkan aku untuk selalu bersyukur kepada Tuhan, mengajarkan aku menghormati orang tua terlebih lagi sejak aku menikah aku juga punya orang tua dari suamiku, itu semua diajarkan anak-anaknya... dan itu sangat berharga sekali untuk kami semua. Read More...
Saat Kau menghukumku……… By Nuansa Published: December 19, 2006
Print Email
Satu untai kalimat dari mu membuatku terpana Kau menghukumku, Aku punya mata tapi tak kau bolehkan melihat Aku punya telinga tapi tak kau bolehkan mendengar Aku punya hati tapi tak kau bolehkan merasa Read More...
QUO VADIS DENGAN CINTA By Nuasa Published: December 19, 2006
Print Email
Kami terlibat diskusi yang seru. Beni menyalakan batang rokoknya yang ketiga di malam ini, “Bagi saya cinta merupakan medan magnet. Saat dirimu berada pada suatu situasi tertentu, medang magnet dalam dirimu akan mengarahkanmu pada seseorang. Apabila dirimu kutub Utara dan lawan jenismu kutub Selatan maka akan terjadi gaya tarik menarik diantaramu, lalu orang akan mendefinisikannya sebagai jatuh cinta.” “Bagaimana bila lawan jenis kita tidak merespon” “Ada dua kemungkinan, yang pertama, lawan jenis tadi bukan lawan dari medan magnet hingga tidak terjadi gaya tarik menarik. Kemungkinan kedua, daya medan magnet tersebut kalaulah lawan dari magnet diri kita, amatlah lemah hingga tidak cukup kuat untuk menarik diri kita untuk memasuki medan magnetnya. Orangpun menyebutnya cinta bertepuk sebelah tangan.” Berbarengan kami menyanyikan lagu Pupus milik Dewa. **** Read More...
|