Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /hsphere/local/home/deeduu/nuansabiru.com/index.php:1) in /hsphere/local/home/deeduu/nuansabiru.com/index.php on line 149

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /hsphere/local/home/deeduu/nuansabiru.com/index.php:1) in /hsphere/local/home/deeduu/nuansabiru.com/includes/usersystems/subdreamer.php on line 79
i love you more than i said - Email dari Sahabat
the Word
Email dari Sahabat
By Ema
Published: February 23, 2007
Print    Email

Terima Kasih banyak Ki, kamu mengingatkan aku akan banyak hal.
I's so difficult for me Ki.... sangat sulit, biasanya kalo saat - saat seperti ini aku banyak sharing dengan mama, bahkan sejak aku menikah dan punya anak, mama yang mengajarkan aku tentang kehidupan, tentang kehidupan nyata, orang tidak selamanya senang dan bahagia, mengajarkan aku untuk selalu bersyukur kepada Tuhan, mengajarkan aku menghormati orang tua terlebih lagi sejak aku menikah aku juga punya orang tua dari suamiku, itu semua diajarkan anak-anaknya... dan itu sangat berharga sekali untuk kami semua.
Banyak sekali kenangan yang ada Ki, kadang- kadang kalo teringat  aku jadi sedih tapi aku harus wake up harus bangkit dari semua ini. Dan itu juga tidak mudah, semua butuh proses,
Seperti kataku Ki, aki ikhlas karena Tuhan tahu yang terbaik untuk mama, kita sekeluarga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhan mama, bahkan tidak pernah kudengar dalam sakitnya mama mengeluh, yang dia inginkan adalah kesembuhan. Dan Tuhan tahu kesembuhan apa yang terbaik untuk mama, dan kita harus menerimanya karena kita berasal dari Dia, dan akan kembali untuk Dia, tapi hati kecilku masih merindukannya ki, hadir di tengah-tengah keluarga, tertawanya, cerianya, cerewetnya bahkan omelan-omelan kecilnya masih terngiang di telingaku.
Wajar khan ki, kalo aku rindu padanya? Kalo pas kangen, aku berdoa dan menitipkan salam untuk mama.
Kalo pas berdoa bersama anakku, aku trenyuh mendengar doa anakku pada Tuhan :" Yesus, gandeng uti yach jangan sampe lepas."
Kata-kata Adit membuat aku trenyuh Ki.
Aku juga tidak boleh terlihat sedih di depan papa, aku tahu papa pasti lebih kehilangan di bandingkan aku, aku juga tahu hati papaku pasti lebih hancur di banding aku, maka itu aku tidak ingin melihat papaku sedih.
Aku yakin Tuhan punya rencana indah dibalik semua ini, dan aku yakin sekali mamaku udah bahagia di sana, dan bisa tersenyum melihat kita semua.
Terima Kasih, Ki kamu sudah banyak membantu aku, dadaku serasa sesak sekali sedih dan tidak bisa terobati.
Dengan bercerita dengan kamu aku sedikit bisa plong ki...
Jangan bosen yach Ki.. kalo aku butuh kamu lagi, aku butuh temen yang bisa mendengar keluh kesahku, karena saat ini adalah masa-masa sulit untuk aku.
Terima kasih banyak Ki kamu sudah menjadi sahabatku yang terbaik selama ini.
Login Panel
Username:
Password:
Remember Me

Not registered?
Register now!

Forgot your password?
Latest Word
Kisah Caca

Watashi no Milad

MEMBINGKAI SEBUAH GAMBAR TERINDAH UNTUK ADEEZA

SYUKUR TERHADAP NIKMAT

Bedanya Cowok ma Cewek

Diskusi ma Sanja

Renungan Hari Senin

Puisi Satu

Lanjutan...(Kisah Nasrudin 2)

Kisah Nasrudin

Kepingan Puzzle

Counseling Letter

Kado Ultahku

Ibuku, Kartiniku sesungguhnya

Email dari Sahabat

Saat Kau menghukumku………

QUO VADIS DENGAN CINTA

Prosa Cinta

Puisiku untukmu Cuk….

Cinta itu…