Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /hsphere/local/home/deeduu/nuansabiru.com/index.php:1) in /hsphere/local/home/deeduu/nuansabiru.com/index.php on line 149

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /hsphere/local/home/deeduu/nuansabiru.com/index.php:1) in /hsphere/local/home/deeduu/nuansabiru.com/includes/usersystems/subdreamer.php on line 79
i love you more than i said - Kisah Nasrudin
the Word
Kisah Nasrudin
By admin
Published: February 23, 2008
Print    Email

Dalam siaran acara Radio Poka-Poki semalam, salah seorang penelpon curhat seperti ini:

”Mas Ansa kenapa hidup saya itu serba susah, kadang saya bertanya dalam hati dan menyalahkan Allah, apa yang telah saya lakukan sampai saya harus mengalami ini semua?” atau “Kenapa Allah membiarkan ini semua terjadi pada saya?”

”Kenapa saya tidak seperti orang lain yang bisa bahagia dengan pacarnya, nyaman dengan keluarganya, kenapa saya tidak bisa seperti itu, kenapa saya tidak pernah berhasil seperti mereka?”

Saya tersenyum,

”Baiklah sebelum saya menjawab curhat anda, bolehkah saya ceritakan sebuah kisah metafora buat anda?”

Alkisah Nasrudin pada suatu hari kehilangan sebuah jarum. Dia sibuk mencarinya di teras rumahnya. Sejak pagi-pagi buta dia sudah sibuk ke sana kemari mencari jarumnya yang hilang tersebut.

Para tetangganya banyak yang melihatnya, tapi mereka berpikir itu sebuah kehilangan biasa yang tak lama pasti akan ketemu.

Tetapi menjelang siang ada satu tetangganya yang sejak pagi memperhatikan kesibukan Nasrudin. Tetangga tersebut merasa kasihan karena menjelang siang, Nasrudin tak juga menemukan apa yang dia cari, karena merasa kasihan disapanyalah Nasrudin,

“Hey Nasrudin, apa yang sedang kau lakukan”

”Oh tetanggaku aku kehilangan sebuah jarum dan aku telah mencarinya dari tadi pagi tapi sampai sekarang aku belum juga menemukannya”

”Bolehkah aku membantu mencarikannya?”

”Oh, silakan, terima kasih atas bantuannya tetanggaku”

Lalu bersama tetangga tersebut mereka mencari jarum yang hilang tersebut.

Tapi menjelang sore jarum tersebut tak juga ditemukan. Karena penasaran bertanyalah tetangga tersebut pada Nasrudin,

”Hey Nasrudin, sudah lama kita mencari jarum ini tapi tidak ketemu juga. Sebenarnya dimana kamu kehilangan jarummu”

Nasrudin menjawab dengan tenang,”Aku kehilangan jarum ini di dalam rumahku”

”Di dalam rumahmu, lalu kenapa kamu mencarinya di luar rumahmu?!!?”

Nasrudin menjawab dengan lugunya,

”Karena di dalam rumahku gelap sedangkan di luar rumah terang. Lebih mudah bagiku mencari jarum etrsebut di tempat yang terang”

Tetangga itu segera meninggalkan Nasrudin yang masih kebingungan mencari jarumnya yang hilang.

Kita sering khilaf dengan berusaha keras mencari sumber kebahagiaan itu dari luar atau bahkan kita terjerumus untuk mempercayai bahwa kebahagiaan itu diukur dari sebanyak apa uang yang kita miliki, sebagus apa mobil yang kita punya, semewah apa rumah yang kita tinggali, dan lain sebagainya. Karena mendasarkan diri pada parameter berupa materi dan sesuatu yang sifatnya external akan menyebabkan energi kita habis untuk memuaskan sesuatu yang siatnya semu. Kita bisa menjadi Nasrudin yang sibuk mencari jarum kebahagiaan di luar walau sesungguhnya kebahagiaan itu ada di dalam diri kita sendiri.

Login Panel
Username:
Password:
Remember Me

Not registered?
Register now!

Forgot your password?
Latest Word
Kisah Caca

Watashi no Milad

MEMBINGKAI SEBUAH GAMBAR TERINDAH UNTUK ADEEZA

SYUKUR TERHADAP NIKMAT

Bedanya Cowok ma Cewek

Diskusi ma Sanja

Renungan Hari Senin

Puisi Satu

Lanjutan...(Kisah Nasrudin 2)

Kisah Nasrudin

Kepingan Puzzle

Counseling Letter

Kado Ultahku

Ibuku, Kartiniku sesungguhnya

Email dari Sahabat

Saat Kau menghukumku………

QUO VADIS DENGAN CINTA

Prosa Cinta

Puisiku untukmu Cuk….

Cinta itu…