Diskusi ma Sanja By admin Published: February 2, 2009
Print Email
Pagi ini begitu on line di YM saya mencatumkan status yang tidak biasa, Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah" (HR. Bukhari).
Pagi ini begitu on line di YM saya mencatumkan status yang tidak biasa, Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah" (HR. Bukhari). Sebenernya status itu saya tujukan buat teman-teman bujang di kantor, dimana saya mengenal keseharian mereka. Ada beberapa teman bujang yang bukan teman sekantor juga saya kirimi khusus. Benar saja, reaksi yang muncul bermacam-macam. Ada yang “ketakutan”, ada yang marah-marah, ada yang diam saja sambil masang icon-icon cemberut dan lain sebagainya. Ada beberapa yang kemudian mengajak saya diskusi. Tetapi sengaja saya tidak mau dan tidak berani mendiskusikan hadist tersebut karena latar belakang kapasitas dan kemampuan saya atau dalam bahasa manajemen saya tidak punya cukup kompetensi untuk melakukan itu. Diskusi lebih intens saya lakukan dengan seorang sahabat saya dari Jakarta. sanja: status mu kurang sreg dech .. rizki nuansa hadyan: hehehehe aq udah duga u pasti komplen rizki nuansa hadyan: soale dulu udah pernah sanja: jodoh di tangan Tuhan.. klo tuhan belon ngasih terus udah meninggal mosok jg buruk sanja: ya bener aja rizki nuansa hadyan: aq kan cuma mengutip hadist rizki nuansa hadyan: dan kalo bicara kasusmu dia punya pilihan untuk menikah sebelum meninggal sanja: mengutip boleh, tapi logika jg di pake tho, banyak yg sakit hati dengan begetu rizki nuansa hadyan: jodoh, rejeki dan maut ada di tangan Allah sanja: makanya menikah pun itu pilihan bukan paksaan .. dari pada menikah hanya buat kepaksan dan tidak bahagia.. TUhan mosok ya sejahat itu rizki nuansa hadyan: udah 2 orang bujang di kantor ini yg komplain ma aq rizki nuansa hadyan: yg terpenting bagiku adalah semangatnya sanja: makanya itu . wong banyak yg komplain kok tetep di pakai rizki nuansa hadyan: sekarang kalo sang bujang tenang2 dan menganggap pernikahan itu sesuatu yang nggak penting rizki nuansa hadyan: makanya ini yg kupake sanja: ngasih semangat dengan memberikan ultimatum beda lho sanja: o salah dirimu.. mereka pasti ingin menikah. rizki nuansa hadyan: memang salahku aq masang status ini kebaca semua orang rizki nuansa hadyan: sebenernya tak tujukan temen2ku di kantor sanja: tapi didunia dan akherat kan goal masing2 individu berbeda rizki nuansa hadyan: iyah tp nggak ada salahnya kalo aq mengingatkan temen2ku sendiri rizki nuansa hadyan: karena aq sayang ma mereka rizki nuansa hadyan: aq sendiri tidak akan memvonis mereka seperti itu sanja: ibadah itu bukan untuk mencari amal dan rejeki.. tapi karena Allah.. kalo manusia masih pamrih terhadap sesuatu.. kayaknya kok bukan manusia ya.. hehehe sanja: menginggatkan bukan berarti menjerumuskan tho Daku kemudian membaca satu link yang diberikan oleh sahabat saya, http://istribawel.com/2005/05/ticket-to-find-your-soulmate.html Then I decided to go to a land called Commitment. Went there by plane. Lima kali transit dengan sebuah koper berisi love yang over weight, sampai akhirnya Adit menjemput gua di Terminal Soul mate. Lihat disitu, ada kata aktif di situ. Sometimes I wonder. Maybe God gave us a 'ticket' to find your soulmate. He is somewhere waiting for you at the airport. Kita tidak pernah tahu berapa kali kita harus transit. Kita tidak pernah tahu berapa kali kita harus mengalami patah hati. Kita tidak pernah tahu kapan kita sampai. Tuhan sudah memberikan tiket kepada kita, cuma kita yang terlalu arogan tidak pernah mau mempergunakannya. Dan kita berlindung dengan kalimat, “Jodoh itu ada di tangan Tuhan” ”Kalau sudah jodoh tak kan lari gunung dikejar,” ”Gw pengen konsem ma karir dulu” ”Gw lg nabung dulu buat menikah“ Saya ingin menjelaskan dengan latar belakang argumen prinsip yang saya percayai kebenarannya. Hukum Ketertarikan Setiap orang muslim pasti pernah setidaknya satu kali dalam hidupnya mendengar ayat ini, setidaknya dalam khutbah Jum’at. "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri". (Al-Qur'an, Surat Ar-Ra'd: 11) ¼çms9 ×M»t7Ée)yèãB .`ÏiB Èû÷üt/ Ïm÷ƒy‰tƒ ô`ÏBur ¾ÏmÏÿù=yz ¼çmtRqÝàxÿøts† ô`ÏB ̨øBr& «!$# 3 ˛cÎ) ©!$# Ÿw çˇÉi¨tóム$tB BQöqs)Î/ 4Ó®Lym (#rçˇÉi¨tóム$tB öNÍkŦàÿRr'Î/ 3 !#sŒÎ)ur yŠ#u‘r& ª!$# 5Qöqs)Î/ #[äþqß™ Ÿxsù ¨Št¨tB ¼çms9 4 $tBur Oßgs9 `ÏiB ¾ÏmÏRrߊ `ÏB @A#ur ÇÊÊÈ
11. Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[767]. Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.Pagi ini begitu on line di YM saya mencatumkan status yang tidak biasa,
|